Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2015

Pada tgl 7-11 April 2015 Kongregasi SPM mengutus Sr. Aniseta, SPM dari Provinsi Indonesia dan Sr. Clara, SPM dari Regio Malawi untuk menghadiri kongres international bagi para formator lembaga hidup bakti di Roma. Acara ini diadakan di Ergife Palace Hotel, Roma. Selama mengikuti kongres ini Sr. Aniseta dan Sr. Clara menginap di generalat para suster SND Coesfeld.

Pada tgl 7 April Sr. Felisita dan Sr. Christa mengantar Sr. Aniseta dan Sr. Clara ke bandara bersama Pak Piet. Siang hari Sr. Aniseta dan Sr. Clara tiba di Roma dan dijemput oleh Sr. Julindis dan Sr. Maria. Sr. Aniseta dan Sr. Clara langsung menuju generalat disambut dengan ucapan selamat datang oleh para suster SND Coesfeld. Setelah makan, Sr. Aniseta dan Sr. Clara diantar untuk registrasi sebagai peserta kongres di aula St. Agustinus yang lokasinya di depan basilica St. Petrus. Sr. Aniseta dan Sr. Clara merasa tertantang karena panitia yang melayani hanya dapat berbahasa Itali. Syukur dan terima kasih karena Sr. Elke, SND begitu cekatan menemani dan membantu, sehingga Sr. Aniseta dan Sr. Clara dapat berkomunikasi dengan baik. Kongres diawali dengan ibadat sore meriah di gereja St. Gregorio VII, sayang sekali Sr. Aniseta dan Sr. Clara tidak dapat hadir karena waktu begitu pendek dan jarak yang agak jauh.

Hari berikutnya, pada tgl 8 April 2015 kongres dibuka secara resmi oleh Kardinal Joao Braz de Vaz, prefek dari departemen yang mengurusi lembaga hidup bakti. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa tujuan dari kongres internasional ini adalah untuk mengundang para formator untuk merenungkan panggilan kita di gereja dan dunia/ masyarakat dan kebutuhan pembinaan dalam menghadapi tantangan hidup bakti masa kini.

Tema kongres ini adalah: Living in Christ according to the form of Life of the Gospel”.

Tema ini diperdalam dengan topik yang berbeda-beda dan disajikan dalam lokakarya. Input yang diterima sangat inspiratif, memperkaya dan memberi wawasan baru untuk perutusan sebagai formator. Ada banyak kesempatan untuk berbagi pengalaman di antara peserta kongres. Ini benar-benar dirasakan sebagai bagian dari pembinaan lanjutan/on-going formation. Sr. Aniseta dan Sr. Clara merasa bahwa pengetahuan yang diperoleh selama kongres dapat diintegrasikan dalam program pembinaan di negara masing-masing, Indonesia dan Malawi.

Penekanan pada pentingnya bina lanjut adalah untuk menemukan kembali identitas kita sebagai anggota hidup bakti melalui kharisma para pendiri yang hidupnya telah dikuduskan dan hidup menurut ajaran Injil. Hidup mereka berfokus pada Yesus, memiliki kepercayaan mendalam akan penyelenggaraan Illahi, dan berkomitmen untuk melayani Tuhan dan sesama. Ditekankan juga pentingnya penegasan panggilan/ discernment. Mereka yang dibina perlu menyadari proses pembinaan, untuk menge-tahui apa artinya mengikuti Kristus, memiliki pola pikir yang sama dengan Kristus dan memberikan hidup mereka sebagai hadiah satu sama lain melalui pelayanan bagi Gereja dan dunia.

Pada tgl 11 April 2015, peserta Kongres Internasional merayakan Ekaristi Kudus di Basilica St. Petrus. Setelah itu para peserta mempunyai kesempatan khusus beraudiensi dengan Bapa Paus Fransiskus di aula St. Paulus VI.

Dalam pidatonya,Bapa Paus Fansiscus menungkapkan rasa syukurnya atas organisasi kongres para pembina ini. Beliau mendorong para pembina agar mereka dapat merasakan tugas sebagai formator adalah tugas yang istimewa/ khusus dalam Kongregasi, sebab para formator turut ambil bagian dalam karya Tuhan yang terus menerus membentuk/membina hati PuteraNya yang terpanggil oleh Roh Allah.

Beliau juga mengatakan bahwa sangat terkesan dengan kehadiran lembaga hidup bakti di Gereja dan di seluruh dunia. Beliau menghargai karya misi kita yang memberikan perkembangan dalam Gereja dan dunia, sebagai tanda hadirnya kerajaan Allah. Bapa Suci mendorong kita untuk memancarkan hidup kita dengan sukacita sejati, sukacita yang dapat menarik orang-orang muda untuk masuk dalam lembaga hidup bakti dan berpartisipasi dalam pelayanan di kebun Anggur Tuhan.

Proficiat!

Semoga pengalaman ini semakin menumbuhkan rasa syukur dan sukacita Injili dalam menjalankan tugas sebagai formator.

DSC00074 DSC00077 DSC00078 DSC00083 DSC00085 DSC00086 DSC00087 DSC00089 DSC00093 DSC00096 DSC00097 DSC00108 DSC00114 DSC00117 DSC00119 DSC00126 DSC00128 DSC00130 IMG_8975 IMG_8986 IMG_9236

Read Full Post »

Dalam rangka merayakan hari Minggu Panggilan, Komisi Panggilan Keukupan Malang mengadakan acara live in panggilan di Paroki Santa Teresia, Pandaan. Acara live in panggilan yang diadakan pada tanggal 24-26 April 2015 ini diikuti oleh 93 biarawan-biarawati dari beragama Tarekat yang berkarya di Keuskupan Malang. Salah satu Tarekat yang mengikuti acara ini adalah SPM, yang mengutus 3 Suster untuk mengikuti acara ini. Rombongan biarawan-biarawati dibagi untuk mengikuti kegiatan di 2 tempat yaitu di Paroki Pandaan dan di Stasi Gempol-Kejapanan. Setelah itu para Suster, Bruder, dan Frater dibagi ke wilayah-wilayah untuk tinggal di rumah umat. Di Paroki pada hari Minggu Panggilan para biarawan-biarawati merayakan Perayaan Ekaristi bersama umat di gereja Paroki, kemudian ada acara outbond bersama umat. Sedangkan di Kapel Stasi Gempol pada hari Sabtu ada kerja bakti bersama dan pertandingan voli bersama umat. Pada malam harinya di Kapel Stasi ada temu bersama BIUD, Remaka, dan Mudika. Acara pertemuan ini dikemas bukan hanya dari para Suster, Bruder dan Frater yang memberi, tetapi para peserta pertemuan juga mempersembahkan kreatifitas mereka. Pada hari Minggu Panggilan di Kapel Stasi Gempol ada Misa bersama. Kemudian bersama Dewan Stasi para biarawan-biarawati pergi ke Lapindo. Setelah itu para biarawan-biarawati di Stasi bergabung bersama rombongan yang ada di Paroki Pandaan untuk evaluasi bersama. Semoga acara live in ini semakin menumbuhkan rasa syukur dalam hati para biarawan-biarawati dan menumbuhkan benih-benih panggilan hidup bakti dalam diri kaum muda di Paroki Pandaan.
DSC02493 DSC02498 propang3 propang4 propang6 propang7propang1 gempol2

Read Full Post »