Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘SPM’ Category

Tema Kapitel SPM Provindo 2016: “Merangkul masa depan penuh harapan: persekutuan hidup baru yang mandiri dan ekaristis” terus bergema dalam menghayati pelayanan di provindo. Untuk bisa semakin merangkul masa depan kami berusaha terus menerus meningkatkan kualitas pribadi dan perutusan. (more…)

Advertisements

Read Full Post »

Bertepatan dengan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria, 8 September 2017, para Suster SPM bergembira akan kehadiran 3 postulan baru SPM. Mereka bertiga adalah Maria Ita Wulandari dari Paroki St. Stefanus Martir, Bengkulu, Veronica Lilik Widiantari dari Paroki St. Martinus Bone-bone, Sulawesi Selatan, dan Delsiana Barek Sogen dari Paroki Alleluia Tanah Paser, Kalimantan Timur. (more…)

Read Full Post »

Setelah menjalani masa pembinaan di Postulat selama kurang lebih 11 bulan, dua postulan SPM, yaitu saudari Yohana Nia Desy dan Martha Erni Noviana, merasa semakin yakin bahwa Tuhan memanggil mereka untuk mengembangkan rahmat baptis dengan menghayati panggilan sebagai suster SPM.
(more…)

Read Full Post »

“Following the Model of Mary’s Life: Listening Beyond the Words” menjadi tema pertemuan BMU 2017. Mendengarkan adalah kata kunci dari tema pertemuan yang diadakan di Rumah Pembinaan St. Julie Billiart, Lawang ini. Pertemuan dihadiri oleh 14 suster yaitu para suster DPU, DPP SPM Provindo Probolinggo, DPP SPM Provindo Samarinda, dan Regio Malawi. Dalam pertemuan kali ini delegasi Huiz Nederland tidak dapat hadir karena faktor kesehatan yang tidak memungkinkan.
(more…)

Read Full Post »

Karya perutusan para suster SPM tidak hanya berpusat di pulau Jawa, tapi juga di pulau-pulau lain termasuk Kalimantan. Sejak tahun 1984 para suster SPM mewartakan kebaikan Allah melalui bidang perutusan pendidikan, asrama, dan pastoral. Di Kalimantan ada 6 komunitas SPM, yakni di Banjarmasin, Kotabaru, Pelaihari, Tanjung Tabalong, Tanah Grogot, dan Mangkupalas.
(more…)

Read Full Post »

“Dunia sekarang ini dalam bahaya besar yang diliputi oleh konsumerisme, hedonisme, individualisme, dan narsisisme yang menyebabkan hati nurani, akal budi, dan kebebasan manusia menjadi tumpul. Oleh karena itu, pribadi yang diutus dalam layanan sosial perlu terus menerus belajar meningkatkan kemampuan daya-daya ilahinya untuk menjawab kebutuhan layanannya sehingga menghadirkan Allah yang hidup. Untuk melanjutkan keberlangsungan karya sosial, dibutuhkan pribadi suster dan mitra kerya yang berkualitas. Pribadi yang berkualitas dalam bidang sosial bercirikan profesional, berbelas kasih, dan inovatif “. (Dok. Kerohanian perutusan Bid. Sos. Kep. Kap. 2016 no. 4 hlm. 49). (more…)

Read Full Post »

Selamat Pesta!

SPM Day

Read Full Post »

Older Posts »